4. Danau Paniai
Danau Paniai
Danau Paniai tak kalah menarik dari Danau Sentani. Danau ini bahkan
disebut sebagai danau terindah pada Konferensi Danau Se-Dunia di India pada
tanggal 30 November 2007 yang diikuti 157 negara. Danau ini berada di
ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut dengan luas 14.500 hektar. Saat
senja, pemandangan di tempat wisata ini sangat cantik. Anda bisa melihat siluet
tebing-tebing, burung-burung berterbangan di atas danau ditambah perahu nelayan
setempat yang mulai merapat pulang.Di sini, Anda bisa memancing bersama perempuan-perempuan suku Mee dan Moni yang biasa dipanggil ‘mama’. Danau Paniai merupakan salah satu penghasil ikan air tawar terbesar di Papua, banyak ikan yang Anda temukan di sini seperti ikan mas, ikan nila dan ikan mujair.
Fasilitas yang disediakan di tempat wisata di Papua ini cukup lengkap mulai dari pos jaga, pemandu, sewa perahu dan alat pancing, sampai warung makan di sekitar danau. Jika ingin menikmati keindahan Danau Paniai lebih lama, Anda bisa menginap di rumah warga.
5. Lembah Baliem
Lembah Baliem
Lembah Baliem merupakan tempat tinggal suku Dani, Yali dan
Lani yang terletak di sekitar Pegunungan Jayawijaya. Berada di ketinggian 1.600
meter di atas laut membuat suhu di tempat ini bisa mencapai 10-15 derajat
Celcius pada malam hari. Di sini, Anda bisa melihat dan berinteraksi langsung
dengan suku asli yang masih memakai koteka bagi pria dan rok rumbai bagi
perempuannya.Pada bulan Agustus, Lembah Baliem menjadi tempat wisata di Papua yang menarik banyak perhatian wisatawan. Selama tiga hari diselenggarakan acara tahunan yaitu Festival Lembah Baliem. Festival ini sebenarnya merupakan cara pemerintah untuk menghapuskan perang antar suku yang sering terjadi di sini. Perang antar suku telah dilarang, sebagai gantinya diadakan festival ini yang mengubah perang tersebut menjadi pertunjukan seni dan budaya untuk mengundang wisatawan.
Dalam perang di festival ini, ada skenario yang dijalankan. Biasanya perang akan diawali dengan penculikan perempuan salah satu suku atau pencurian babi yang menjadi hewan ternak di sini. Selanjutnya, perang akan berlangsung dengan diawali tarian suku dan diiringi musik tradisional. Selain perang, ada juga lomba karapan babi antar desa dan pesta babi bakar. Anda juga bisa membeli kerajinan tangan hasil karya suku setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar